Merubah Diri

Saat ini saya udah SMK, kelas 3, dan ini udah masuk di tahun kritis (masa-masa menuju purna jadi anak SMK). Yah, nggak tahu apa yang sebenernya udah saya lewatin selama tiga tahun ini, palingan cuman rutinitas kayak biasa, UTS, UKK, KI, Prakerin, dan bejibun peristriwa lainnya yang berlalu gitu aja.

Kayak nggak ada perubahan dari diri sendiri, cuman pertumbuhan fisik tanpa diiringi perkembangan emosi. Masih jadi anak labil yang belum tahu mau ngapain, kemana, dan apa yang harus dilakuin di masa yang akan datang (untuk saat ini setelah lulus SMK khususnya)

Ada sii beberapa perubahan yang dialamin dan begitu nampak dari saya, menurut saya pribadi. Saya udah makin tua, kkkk, dan di usia yang udah makin tua ini saya nyadar, tanggung jawab saya makin besar & apa yang saya lakukan sekarang udah nentuin sendiri gimana kehidupan saya kedepannya.

Ada quotes yang pernah saya baca “seseorang yang terlalu mengkhawatirkan masa depannya adalah salah satu tanda orang yang tidak bersyukur” kurang lebih kayak gitu, dan mungkin saya jadi salah satu orang yang cocok dengan quotes itu untuk sekarang.

Bisa jadi saya kurang bersyukur, karena mengkhawatirkan apa yang ada di masa depan. Padahal kita tahu sendiri jika Allah swt akan memberikan hal yang setimpal dengan usaha kita. Kunci dari semua itu adalah berdoa dan berusaha, nah di sini saya mikir lagi.

“Kamu emangnya mau jadi orang yang gimana besok In?”

Itu pertanyaan yang seringkali saya ajukan pada diri sendiri, terus itu, itu, dan itu lagi. Dan sampai detik ini masih ngambang, belum punya jawaban pasti.

Mungkinkah jawaban itu bakalan dateng satu minggu lagi, atau satu bulan lagi, bahkan sampai saya lulus nanti? I don’t know, masa labil saya kayaknya masih panjang, dan belum ada titik terangnya.

Saya pengen ini, tapi di sisi lain ada hambatan di sisi itu. Saya pengen ke sana, tapi di sisi lain saya sendiri masih belum siap dan kurang untuk menuju ke sana. Nah, ini beberapa hambatan yang bikin saya muter-muter otak mulu.

Jujur, sifat minder & malas merupakan poin utama yang jadi titik kelemahan saya.

“Bisa nggak ya besok sekolah ke blablabla,”

“Kalo langsung kerja jangan jangan blablablabla,”

Selain itu, kepadatan jadwal ujian saya sekarang yang semakin memadat buat saya untuk lebih fokus ke ujian itu, ketimbang menambah persiapan buat ke-planning masa setelah lulus SMK.

Pada ending-nya balik lagi ke saya, gimana usaha saya, gimana cara bagi waktu, gimana persiapin mental, dan hal lain yang bakal jadi poin penting untuk mencapai hal-hal itu.

Sekarang bukan waktunya cuman jalan santai, itu harusnya dilakuin beberapa waktu lalu, pas waktu masih longgar-longgarnya. Kalo sekarang mah, kalo bisa jangan jalan santai lagi tapi udah mulai lari dari kecepatan yang cepet, semakin cepet, dan cepet.

Yahh, itu cuman ocehan saya aja sii. Buat mengeluarkan kata-kata yang ada di otak kecil ini, walau sebenernya isinya juga nggak seberapa kkkk. Makasih buat yang udah mampir ke blog saya, yeorobun : ))

See You reader

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s