IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SADAR LINGKUNGAN HIDUP MELALUI KALEN EDUKASI LUPATMO

Kerusakan lingkungan hidup dapat didefiniskan sebagai kemerosotan kualitas lingkungan untuk menjamin kelangsungan makhluk hidup di bumi. Terdapat dua faktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup ini, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor-faktor alam itu di antaranya tanah longsor, banjir dan gempa bumi. Sedangkan faktor manusia di antaranya, penebangan hutan secara liar, membuang sampah sembarangan, ataupun pertambangan tanpa memerhatikan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Apabila ditelaah lebih jauh, penyebab kerusakan lingkungan disebabkan oleh alam dan bisa terjadi karena adanya campur tangan manusia.

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Berdasarkan definisi Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 mengartikan bahwa menjadi hak bagi seluruh makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia untuk mendapatkan lingkungan yang sehat. Namun pada kenyataannya, semakin hari kualitas lingkungan hidup yang ada di sekitar kita semakin menurun.

Menanggapi semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup di sekitar, tentu sudah selayaknya bagi kita untuk menjadi lebih peka dan ramah pada lingkungan serta menjaga ekosistem lingkungan agar tetap sehat dan berkualitas. Selain itu, hal ini ditujukan agar generasi selanjutnya masih dapat menikmati keindahan lingkungan hidup. Bagi negara Indonesia sendiri terdapat berbagai upaya untuk menjaga ekosistem lingkungan sehingga lingkungan akan tetap sehat dan berkualitas. Salah satunya dengan mencetuskan ide kreatif berdirinya Kalen Edukasi Lupatmo yang berada di Dusun Manggung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi Kalen Edukasi Lupatmo.

Kalen Edukasi Lupatmo merupakan salah satu destinasi wisata baru yang terdapat di Dusun Manggung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Kalen Edukasi Lupatmo ini mampu mengubah sungai kecil (kalen) menjadi spot wisata yang menarik. Wisata ini dikembangkan sejak akhir tahun 2017, tepatnya di Bulan November. Wisata Kalen Edukasi Lupatmo dikembangkan oleh pemuda Dusun Manggung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul bersama masyarakat setempat. Nama Lupatmo sendiri berarti persatuan pemuda dan masyarakat Dusun Manggung dari RT tiga, empat dan lima.

Sebelum diubah menjadi tempat wisata, keadaan sungai kecil ini sangat kotor dan dipenuh sampah. Sungai kecil ini awalnya adalah saluran irigasi yang digunakan untuk mengairi persawahan di wilayah Imogiri. Namun sampah seringkali menyebabkan saluran irigasi menjadi tercemar. Melihat keadaan ini, pemuda dan warga setempat mengubah sungai kecil penuh sampah ini menjadi destinasi wisata yang diberi nama Kalen Edukasi Lupatmo. Dengan disulapnya sungai kecil ini menjadi destinasi wisata, membuat masyarakat setempat menjadi lebih bertanggung jawab menjaga ekosistem dan tidak membuang sampah sembarangan.

Kalen Edukasi Lupatmo ini mampu mengubah saluran sungai kecil menjadi spot wisata yang menarik. Kalen yang awalnya airnya tercemar oleh sampah, saat ini menjadi bersih dan penuh dengan ikan yang cantik. Benih ikan di Kalen Edukasi Lupatmo ini sebagai stimulan agar warga tidak membuang sampah ke sungai. Penciptaan Kalen Edukasi Lupatmo sendiri bertujuan untuk mengurangi sampah di sekitar kampung. Dengan adanya ikan-ikan yang dipelihara di kalen, masyarakat menjadi lebih tertib dalam membuang sampah. Selain itu kini dengan adanya Kalen Edukasi Lupatmo, masyarakat tergugah untuk lebih menjaga ekosistem lingkungan sekitar.

Kalen Edukasi Lupatmo menjadi destinasi wisata edukasi untuk anak-anak.

Tujuan lain dibuatnya Kalen Edukasi Lupatmo ini untuk memberikan edukasi kepada anak-anak dan masyarakat mengenai ekosistem tentang ikan, tumbuhan, dan lingkungan hidup. Diusung dengan konsep ramah anak Kampung Kalen Edukasi Lupatmo memberikan pelajaran bagi anak-anak agar ikut serta menjaga kebersihan sungai kecil di tengah kampung.

(Sumber video: Youtube)

Pengunjung yang berdatangan mengunjungi Kalen Edukasi Lupatmo ini mayoritas adalah anak-anak sekolah TK (Taman Kanak-Kanak), PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), instansi dan masyarakat sekitar. Terdapat fasilitas spot belajar yang biasanya digunakan anak-anak pada hari Sabtu dan Minggu. Aktivitas yang biasanya dilakukan para pengunjung yang kebanyakan anak-anak yaitu memberi makan ikan dengan pakan ikan yang telah disediakan di Kalen Edukasi Lupatmo. Di sore hari saluran edukasi di Dusun Manggung ini menjadi tempat favorit warga. Anak-anak bisa memberikan makan ikan secara langsung yang berada di selokan serta belajar mengamati jenis ikan-ikan yang ada. Agar ikan tidak hanyut, warga memasang jaring penyekat dan juga kincir pengait sampah agar sungai terbebas dari sampah.

(Penambahan benih ikan di saluran air sebagai sarana edukasi dan upaya pelestarian ekosistem.)

Lingkungan yang bersih juga dilengkapi dengan sejumlah lukisan di sekitar area kalen yang mampu menarik perhatian pengunjung untuk mengabadikan foto. Adanya mural dan taman yang dihias dengan cantik menambah nilai estetik tersendiri bagi pengunjung untuk ikut serta menjaga lingkungan. Tak hanya itu, warga Dusun Manggung juga menyulap kolam menjadi tempat bermain dan ruang hijau terbuka. Perubahan ini dimaknai positif oleh warga setempat, selain menambah pemasukan desa, tempat ini juga mampu menumbuhkan kesadaran cinta lingkungan khususnya bagi masyarakat sekitar dan dapat dijadikan sebagai contoh yang baik untuk diteladani dan diterapkan di daerah lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s